Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

264. Yohanes Paulus II (1978-2005)

Yohanes Paulus II lahir di Wadowice, 120 km dari Krakow , Polandia pada 18 Mei 1920 dengan nama Karol Josef Wojtyla. Dia dipilih menjadi paus pada 16 Oktober 1978. Ia memilih nama baru Yohanes Paulus II karena tertarik dan ingin mengembangkan semangat hidup Paus Yohans XXIII (antara lain pembaruan kedalam dan perdamaian dengan dunia luar) dan semangat hidup Paus Paulus VI (antara lain berupaya keras untuk persatuan kembali umat Kristen serta pembaruan Liturgi).

Sejak terpilihnya menjadi paus, ia giat menjalankan tugasnya sebagai Uskup Roma dengan secara berkala mengadakan kunjungan ke paroki-paroki dan lembaga-lembaga keuskupannya.

Jumlah orang yang mengikuti audiensi umum setiap minggu di Vatikan atau castel Gandolfo mencatat angka tertinggi dalam sejarah kepausan. Karismanya sangat menonjol. Program pribadinya tersirat dalam ensikliknya yang pertama ‘Redemptor Homini’ (Sang Penebus Manusia – 1979), merangkum hasil sinode para uskup (1987). Ia adalah paus pertama yang mengunjungi Sinagoga Yahudi (1986) dan memeinta maaf atas kesalahan Gereja Katolik di masa lalu, juga paus pertama yang mengunjungi Masjid Agung Omayyad di Damaskus, Suriah pada tahun 2001. Ia menyampaikan pesan-pesan pada bulan Ramadhan, mengadakan pertemuan dialog dan doa bersama dengan wakil semua agama di Asisi, tempat kelahiran St. Fransiskus Asisi, Pecinta Damai, pada tahun 1987, 1992, dan 2002.

Paus Yohanes Paulus II sangat mengunjungi kolegialitas para uskup dan memprakarsai sinode-sinode khusus (Belanda 1980, Eropa 1992, Ukraina 1991, afrika 1994, Libanon 1995). Ia menginginkan pembaruan Gereja dan reevangelisasi umat Kristen. Ia seorang pemimpin Gerja yang sangat cemerlang dan bertakhta lama dalam Sejarah Takhta Suci dalam millennium dua dan memberikan banyak ajaran dan wejangan, juga yang paling banyak mengadakan kunjungan kenegaraan dan pastoral ke 129 negara. Ia mengunjungi Mehmet Ali Agca ke penjara (karena dia menembak Paus tahun 1981) dan mengampuninya.

Pada tahun 1989 Yohanes Paulus II mengunjungi Indonesia selama lima hari dan merayakan ibadat dengan umat di Jakarta pada 9 Oktober, Jogjakarta pada 10 Oktober, Maumere pada 11 Oktober, Dilli pada 12 Oktober, dan Medan, Tuntungan pada 13 Oktober. Paus member kesan seorang rohaniwan yang pribadinya berakar dalam hubungan akrab dengan Tuhan dan mengusahakan damai dan kerukunan umat. Ia secara terbuka dan lantang, menentang Perak Teluk 1991, juga menentang serangan Presiden AS George W. Bush dan PM Inggris Tony Blair, ketika keduanya menginvasi Irak tahun 2003. Pada bulan Oktober 2002 Yohanes Paulus II mengeluarkan Ensiklik Rosarium Virgins yaitu tentang Rodario Bunda Maria dengan menambahkan Peristiwa Cahaya atau Peristiwa Terang dalam doa Rosario.

Yohanes Paulus II wafat pada 2 April 2005 (pada usia 84 tahun) setelah tiga bulan terkahir kesehatannya semakin memburuk karena berbagai penyakit yang dideritanya. Seluruh dunia berkabung. Peristiwa sekitar kematiannnya diliput 6000 wartawan dari seluruh dunia baik wartawan media cetak, elektronik maupun internet. Lebih dari 137 jaringan televise dari 81 negara menyiarkan secara langsung. Di Indonesia Metro TV dan Indosiar menyiarkan secara penuh peristiwa itu secara langsung. Sebanyak 10.000 relawan membagi-bagikan tiga juta botol air minum secara gratis. Sungguh luar biasa. Perhatian seluruh dunia terpusat pada Basilika St. Petrus dan Istana Kepausan dari sejak wafatnya hingga terpilihnya paus baru penggantinya yaitu Kardinal Joseph Ratzinger sampai upacara pentahbisannya sebagai Paus Benediktus XVI. Ekaristi pemakamannya dipersembahkan oleh 160 Kardinal, 700 Uskup Agung dan Uskup serta diikuti 3000 imam dari berbagai dunia. Hadir juga 81 kepala Negara, 8 wakil kepala Negara, 39 PM, dan 110 menteri, beberapa pimpinan umat beragama dari Budha, Hindu dan Islam serta ratusan ribu umat termasuk 400 penyandang cacat yang dating dari pelbagai benua di dunia. Ia dimakamkan di grotto, Basilika St. Petrus. Ia dikenal sebagai pembela kebebasan beragama dan pluralism, pembela hak-hak asasi manusia tanpa terlibat dalam gerakan politik.